“Merindukan kasih sayang? Kasih sayangku?” tanya Nia penasaran. “Ngaco aja kamu, haha. Nggak kok, udah sehatan aku sekarang. Kamu kok k...
Read More
Showing posts with label Berawal dari Atap. Show all posts
Showing posts with label Berawal dari Atap. Show all posts
Berawal dari Atap (Bagian 15)
Hari berganti hari, kenangan indah yang membuat muntah itupun masih melekat di ingatan Nia. Dia sering mengalami mimpi bruk yang membuatn...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 14)
“Saya pulang dulu ya? Saya mau pulang,” ucap Pak Huda sembari berjalan pelan menuju pintu. Nia merasa begitu mual dan ingin muntah. Sed...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 13)
“Ini orang bego apa emang bego sih?! Setan palalu!!” teriak Nia dalam batin. Nia masih mengelus-elus lehernya karena masih sedikit mera...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 12)
“Oke deh, ane ambil peralatan dukun dulu,” jawab Pak Huda sembari masuk kedalam rumah. Diki masih terkempas-kempis dengan napas cepatny...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 11)
Menguncupkan nasi di tangan, Nia arahkan kuncupan itu menuju mulutnya. Begitu nikmatnya bandeng goreng yang tak membiarkan adanya selang ...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 10)
“Putra sedang apa ya sekarang?” Sembari berbaring di atas kapuk, Nia merindukan sebuah senyum dari seorang lelaki idamannya. Sorot caha...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 9)
Nia tersadar akan keadaan yang sebenarnya, dengan sigap ia rogoh tas kecilnya untuk mengambil ponsel. Masuk ke bagian menu dan icon berga...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 8)
Petra adalah kembaran Putra, namun berbeda nasibnya. Semenjak bapak mereka tertangkap KPK karena ketahuan mengorupsi dana penyedot WC d...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 7)
Nia merasa tertegun kala melihat sosok lelaki yang tiba-tiba jongkok di depannya. Nia merasa kenal betul akan siapa dia. Namun tak semp...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 6)
Seusai upload foto, akhirnya Nia berangkat menggunakan angkot yang ia berhentikan di depan rumahnya. Berjalan mengitari perkampungan, ang...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 5)
“Aku tunggu kamu di taman kota, nanti sore, pukul tiga tepat.” Surat tersebut beratasnamakan Putra, cowok ganteng nomor satu di kampusn...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 4)
Nia tetap melanjutkan makan dengan mengabaikan ejekan Putri. Tanpa pikir panjang, semprotan kata-kata kotor keluar dari mulut Putri. “K...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 3)
“Ada apa Ni?” tanya Diki sambil mengerem mendadak. “A..aku mau ngomong sesuatu.” “Apa Ni? Buruan udah malem.. Takutnya Ibu kamu lempa...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 2)
Selang beberapa detik, belasan lope mengunjungi fotonya, followersnya pun naik dua, hal itu sangat menggembirakan bagi Diki. Untuk kali i...
Read More
Berawal dari Atap (Bagian 1)
“Cekrek!!! Upload dulu, biar ngehits! Hihihi...” Akan tertinggal jaman jika tak pernah update foto. Kata siapa? Ya kata mereka para f...
Read More
Subscribe to:
Posts (Atom)
