Makna Lirik Lagu Indie Nadin Amizah

Berawal dari Atap (Bagian 12)


“Oke deh, ane ambil peralatan dukun dulu,” jawab Pak Huda sembari masuk kedalam rumah.

Diki masih terkempas-kempis dengan napas cepatnya. Menunggu Pak Huda terasa lama, akhirnya Diki memakai headset dan mendengarkan musik korea kesukaannya. Sudah tiga lagu bergantian di ponselnya, namun Pak Huda belum datang juga. Tak lama kemudian, tiba-tiba Pak Huda nampak juga dengan semerbak parfum mayit dan rambut klimis dengan sisiran arah belakang.

“Lama bener pak?” tanya Diki bingung.

“Iye tong, ane mandi junub dulu barusan. Udah gitu nih pomade abis pula!” sembari membuang bungkus pomade ke tong sampah depan rumah. ”Jelantah tempe goreng kepake juga dah akhirnya,” sambil mengelus rambutnya ke arah belakang.

“Ayo buruan pak! Sebelum Nia beralih ke dunia lain!” tegas diki sambil menggeret tangan Pak Huda.

Berlari menuju rute yang sama. Diki mengajak Pak Huda melewati rumput tetangga yang baru saja ditanam kembali, padahal rumput itu sedang dibenahi oleh pemiliknya.

“Eh eh eh!!! Dasar bocah gemblung! Dukun Gemblung! Pada buta semua ya orang di negri ini!! Aaaaaaaaaaa!!!!!” teriak pemilik rumput yang tak terhiraukan oleh Diki maupun Pak Huda.

Kembali berlari menuju rumah dan melompati pagar rumah, sampailah mereka di rumah Diki. Pak Huda masuk kedalam rumah dengan memegang selangkangannya karena celananya sobek ketika ditarik Diki untuk melompati pagar rumahnya.

Pak Huda langsung merogoh tas kecilnya dan diambilnya dupa. Dibakar melalui korek dari sakunya, mantan dukun yang belum taubat itu mengibas-ibaskan asap dupa di atas tubuh Nia yang masih berguling-guling sambil mencekik lehernya sendiri.

“Hom pim paaa.. Alaihum... hombreng... hombreng... kembalilah kau setan hombreng.. kembalilah normal dengan menyukai lawan jenismu. Hom pim paaa...” bunyi bacaan mantra dari mulut Pak Huda.

Asap dupa itu mengebul dengan sangat hebat dan memaksa masuk ke hidung dan mulut Nia menuju kerongkongan. Hal itu membuatnya tersedak seketika.

“Uhuk.. UHUKK.. Uhuk.. uh.. uh uh.. UHHUUUKKK!!!!” bunyi batuk Nia yang menjadi-jadi.

“Keluar.. Keluarlah sepenuhnya!!!”

Tiba-tiba ada duri yang keluar dari mulut Nia dan terpental di atas lantai. Nia pun mengucap syukur karena duri yang menusuk di amandelnya bisa keluar tanpa operasi.

“Ini dia penyebabnya, setan hombreng yang menjelma menjadi duri ikan. Haha, keluar juga ente Tan!” tegas Pak Huda.

“Oh.. itu jelmaan setan toh..” ujar Diki dan ibunya secara bersamaan dengan muka datar.

bersambung...
Previous
Next Post »
Terimakasih atas kunjungannya, Salam #SobatJoa!