Makna Lirik Lagu Indie Nadin Amizah

Berawal dari Atap (Bagian 1)


“Cekrek!!! Upload dulu, biar ngehits! Hihihi...”

Akan tertinggal jaman jika tak pernah update foto. Kata siapa? Ya kata mereka para fanatik selfie, seperti cewek yang satu ini yang bernama Nia. Kurniawati, seorang cewek pedesaan yang mencoba menjadi bintang model dengan alat seadanya.

“Eh, lupa edit! Apus apus!!”

Bermodal aplikasi yang mampu memperekstetik paras sendunya, Nia mampu mendapat ratusan like goib. Dapat disebut goib karena tak berwujud, hanya bernominal, dan tak kenal siapa saja yang like foto tersebut. Namun ia bahagia dengan semua itu, karena ia selalu mendapat pujian cantik dari beberapa fansnya di komentar.

Seperti pada hari kamis yang lalu, ketika ia upload fotonya yang berada di atap kampus. Nia menggunakan baju hijau dan gelang imitasinya berdiri di atas atap.

“Setinggi-tingginya cintamu, masih tinggi atap kampusku!” tulisnya di keterangan foto.

Memang sih, keren, tapi entah kenapa atap kampus yang aslinya berwarna orange menjadi pudar keputihan. Ya keputihan gitu, seperti habis dilabur oleh panitia tujuhbelasan.

Banyak cowok-cowok goib yang berkomentar di bawah fotonya. Salah satunya Diki, seorang lelaki muda berpemikiran dewasa.

“We O We.. WOW!! Putih banget!!!!”

Komentar tersebut membuat Nia tertawa dan bangga, karena ia mengira bahwa putih yang Diki maksud adalah kulit tubuhnya. Padahal yang dimaksud Diki adalah genting kampusnya. Dasar Nia, cewek berkedok hits tidak mudengan.

Walau fotonya selalu terbanjiri like, namun tak ada satupun lelaki yang mampu membanjiri hatinya. Nia masih saja jomblo karena ia tak pernah menemukan pasangan yang pas ketika ia ajak selfi bareng. Selalu saja pasangannya tampak lebih putih darinya, Nia pun merasa malu karena takut tersaingi dan kehilangan fans-fansnya di berbagai akun jejaring sosialnya.

Nia selalu berpikir bahwa jika ada cowok yang mendekatinya, hanyalah cowok yang numpang tenar. Seperti kejadian pada dua minggu lalu, tepatnya sebelum sholat Jum’at. Ia mengupload foto bersama salah satu teman cowok di kelasnya, yaitu Farid.

“Pingin ganteng? Makannya Jum’atan bareng mas @FaridzCaem !!”

Selisih dua jam, followers Farid meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya. Followersnya yang tadinya hanya satu menjadi tiga. Sanggat banyak bukan, dan itu membuat Nia marah karena merasa bahwa Farid hanya numpang tenar. Seling beberapa hari, ada beberapa hastage yang sepat jadi trending, yaitu #SalahFaridApa, #SaveFarid, dan #KamiDukungFarid.

Nia tak pernah peduli dengan semua itu, karena yang difokuskannya hanyalah bagaimana ternak followers dan likesnya bisa nambah pesat. Cewek masakini sekali, keren.

“Eh, Nia! Foto lagi yuk!” teriak Diki dari pintu kelas.

Seperti yang sudah dijelaskan, pria muda berpikiran dewasa ini merupakan teman sekelasnya. Berambut kriting lebat dan berkacamata tebal membuat nilai ganteng mampu sedikit maksimal. Sama-sama jomblo, akhirnya mereka berdua melakukan rutinitas setiap Rabu pagi di depan kelas.

“Masih sama seperti rabu-rabu yang lalu, aku berdiri di depan kelas bersama Nia. Tunggu foto rabu pagi minggu depan ya gaess!!!” ungkapnya di bawah foto yang barusan ia upload.

bersambung...
Previous
Next Post »
Terimakasih atas kunjungannya, Salam #SobatJoa!